Tampilkan postingan dengan label Kelola Produksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelola Produksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2013

Rencana Kegiatan Tahun 2013

Secara garis besar KPH Banten mempunyai 2 (dua) kegiatan utama, yaitu Pembuatan Tanaman dan Produksi, seperti dapat dilihat pada tabel berikut:



Selasa, 03 September 2013

Perum Perhutani KPH Banten Gelar “ Ground Breaking “


Perum Perhutani  KPH Banten, belum lama ini  (26/12) menyelenggarakan ‘Ground Breaking’  tanaman tahun 2012 yang dilakukan di petak  46 E, RPH Cibingbin, BKPH Cikeusik, KPH Banten.  Kegiatan tersebut, merupakan salah satu bentuk media silaturahmi antara pimpinan perusahaan Perum Perhutani, dengan karyawan, serta unsur masyarakat yang ada dilingkungan sekitar hutan (LMDH).

Kegiatan Ground Breaking itu dihadiri oleh, Direktur Utama Perum Perhutani, Ir. Bambang Sukmananto yang didampingi oleh Direktur PSDH, Ir. Mustoha D, Direktur Keuangan, Ir Fahruroji, Kepala Perum Perhutani Unit III Jawa Barat & Banten, Ir Dadang Hendaris, Administratur Perhutani KPH Banten, Ir. Purwanto, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten, Ir.Yanuar, serta pejabat kabupaten Pandeglang dan unsur muspika serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam sambutan Direktur Utama Perum Perhutani, Ir. Bambang Sukmananto mengatakan, Ground Breaking ini salah satu bentuk kepedulian Perum Perhutani dalam program pemerintah dalam gerakan tanam pohon secara nasional. “ Karyawan Perum Perhutani pun sudah saya berikan instruksi , mereka diluar tugas dan wilayah tanamnya, harus menanam sebanyak 25 pohon di lingkungan atau tempat tinggalnya masing-masing” katanya.

Beliau juga mengungkapkan, dalam prinsip kerja ada 4 pokok kewajiban yang harus secara bersama-sama dilakukan, agar saling dapat mendukung dan dapat mensejahterakan semua pihak. Pertama, adalah harus peduli ke perusahaan, artinya kalau karyawan tidak peduli pada perusahaan dan perusahaan ambruk, maka kesejahteraan pun tidak mungkin di dapatkan. Kedua, peduli pada karyawan, artinya perusahaan pun harus peduli pada karyawan, kalau tidak ingin perusahaannya itu menjadi maju. Ketiga, peduli pada tanaman, artinya pekerja harus peduli pada tanaman, sehingga apabila tanaman itu tumbuh dan menghasilkan semua pihak ikut pula merasakan manfaatnya. Dan Keempat, yaitu peduli masalah sosial, yang berarti kita semua harus peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Sehingga, apabila ada kepedulian semua perencanaan diharapkan dapat berjalan dengan baik. “ Kalau semua dapat berjalan dengan baik, maka akan tercapai tujuan yang diharapkan dan tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan semua pihak,” jelasnya.

Dirut Perum Perhutani  juga menegaskan, dalam pelaksanaan kerja dilapangan, karyawan Perum Perhutani tidak boleh melakukan potongan apapun terhadap kelompok masyarakat yang di pekerjakan oleh Perum Perhutani. Karena itu sudah menjadi keharusan bagi mereka dalam menerima upah sewajarnya dan tanpa ada potongan.” Kalau ada yang memotong, laporkan pada saya. Dan akan saya tindak tegas bagi yang melakukannya,” tegasnya.

Sebagai Bentuk Apresiasi

Sementara sambutan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten, Ir.Yanuar menjelaskan, ia datang ke Ground Breaking tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat-Banten. “ Saya sengaja sempatkan acara ini, meski saya sebelumnya ada rapat wajib dengan gubernur. Tapi saya mencoba ijin pada atasan untuk bisa hadiri acara ini sebagai apresiasi saya pada kegiatan ground breaking,” katanya.

Katanya, kegiatan ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan agar hutan-hutan yang ada di Banten tetap hijau, sesuai program pemerintah dengan gerakan tanam pohon nasional. “ Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada,” ujarnya.  Dalam kata sambutan Pimpinan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat-Banten, yang dibacakan oleh Kepala Unit III, Ir Dadang Hendaris,  diselengarakannya Ground Breaking tingkat Unit III tahun 2012 yang bertempat di KPH Banten untuk memberikan kontribusi positif bagi Perusahaan dan bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan tanaman dan kualitas tanaman yang baik.

Katanya, rencana penanaman untuk tahun 2012 di wilayah Unit III Jawa Barat & Banten itu, akan ditanami kawasan seluas 16.358, 26. Ha, dengan jumlah bibit pohon sebanyak 23.620.023 Batang. “ Keberhasilan tanaman di kawasan hutan, akan tetapi tidak lepas dari para Petugas Perum Perhutani saja. Ini perlu dengan dukungan  masyarakat desa hutan yang tergabung dalam LMDH dengan program PHBM,” tuturnya.
Sementara kata Administratur KPH Banten, Ir Purwanto, disela-sela kegiatan menjelaskan,  bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan suatu bukti bahwa pimpinan Perum Perhutani sangat peduli dengan keberhasilan tanaman. Sehingga,  diharapkan pada tahun yang akan datang tanaman-tanaman yang ditanam itu dapat menjadikan penghasilan bagi perusahaan dan dapat mensejahterakan semua pihak.  ( Pepi H/ Yaya.K )

JOB TRAINING TEBANGAN TAHUN 2013 PERUM PERHUTANI KPH BANTEN



Perum Perhutani KPH Banten Pada tanggal 04 April 2013 telah melaksanakan Acara Job Training Tebangan yang bertempat dipetak 19.b RPH Sobang BKPH Sobang KPH Banten. Peserta acara terdiri dari segenap Asper/KBKPH, Asper Penguji, Asman Pemasaran, Kaur Produksi, Kepala TPK, KRPH, Mandor Tebang, Operator Chainsaw dan LMDH. Acara tersebut dihadiri pula Ir. Purwanto oleh Administratur/KKPH Banten, Waka Adm/KSKPH Banten Barat, Waka Penguji Unit III Jawa Barat dan Banten. Pada kesempatan tersebut Administratur / KKPH Banten dalam sambutannya sekaligus membuka acara Job Training Tebangan menjelaskan tentang mekanisme melakukan penjarangan yang baik yang sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur)  agar mendapatkan hasil akan yang baik pada masa akhir daur sehingga dapat meningkatkan produksi kayu dalam setiap Ha. Dan untuk tebangan habis agar dari mulai Asper/KBKPH, Asper Penguji, KRPH dan Mandor tebang melakukan pengawasan yang ketat supaya dalam melakukan pembagian batang dilaksanakan sesuai ketentuan sesuai dengan permintaan pasar dan nilai jual yang tinggi. Maka dengan hasil yang baik diharapkan dapat meningkatkan penghasilan Perusahaan , dalam acara tersebut Waka Penguji Unit III Jawa Barat dan Banten menjelaskan juga aturan – aturan dan pedoman tentang penatausahaan hasil hutan yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kemudian dalam kesempatan tersebut KSS Lingkungan KPH Banten turut juga menjelaskan tentang dampak limbah dari penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam hal ini limbah bekas kemasan oli yang berasal dari operator Chainsaw, karena tidak lama lagi Perum Perhutani KPH Banten akan melaksanakan proses Free Assesment Pengelolaan Hutan Lestari yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni 2013 dalam rangka mendapatkan “ SERTIFIKASI EKOLABEL ” dari pihak Forest Stewardship Council (FSC). (Humas Pepi.H/Yaya.K)

Minggu, 21 April 2013

PELATIHAN OPERATOR CHAINSAW DALAM RANGKA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL) KERJASAMA ANTARA PERUM PERHUTANI KPH BANTEN DENGAN FAHUTAN IPB BOGOR

PELATIHAN OPERATOR CHAINSAW
DALAM RANGKA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL)
KERJASAMA ANTARA
 PERUM PERHUTANI KPH BANTEN DENGAN FAHUTAN IPB BOGOR
TANGGAL 18 - 19 APRIL 2012



Dalam rangka proses menuju sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KPH Banten serta dalam  memberikan  jaminan kepada konsumen  tentang produk - produk kayu yang dibeli dari Perum Perhutani KPH Banten adalah produk yang bahan dasarnya berasal dari hutan yang dikelola dengan baik sesuai dengan system / standard Pengelolaan manajemen hutan lestari yang diakui secara luas oleh pihak internasional.

Maka untuk menciptakan operator chainsaw  yang berkualitas dalam menunjang pencapaian sertifikasi tersebut perlu diadakannya pelatihan Operator Chainsaw. Oleh karena itu KPH Banten bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) mengadakan acara pelatihan operator chainsaw yang di selenggarakan pada tanggal 18 - 19 April 2012 yang bertempat di  lokasi Pesanggrahan Taman Wisata Alam Carita RPH Carita BKPH Pandeglang yang di hadiri oleh 8 Asper 24 Mandor Tebang dan 50 Orang operator Chaincaw yang berada di  KPH Banten. Acara tersebut dipandu langsung  oleh instruktur dari IPB yaitu  Dr.Ir. Juang R Matangaran, MS dan Samsudin dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pada acara tersebut Adm KKPH Banten dalam sambutannya yang di wakili oleh Sukidi S.Hut Wakil Adm KSKPH Banten Barat yang sekaligus membuka acara pelatihan Operator Chainsaw,berharap dengan adanya pelatihan tersebut besar harapan KPH Banten pada operator chainsaw untuk mengikuti arahan dan petunjuk teknis yang diberikan oleh instruktur dan agar dapat menerapkannya dilapangan.

Disamping itu dalam sambutannya Ir. Dede Mulyana (Kasi Produksi Unit III Jawa Barat dan Banten) berharap agar  Pelatihan Operator chainsaw yang dilaksanakan di KPH Banten ini dapat diikuti secara keseluruhan demi keselamatan dan keamanan operator chainsaw.

Beberapa hal penting yang disampaikan oleh instruktur pelatihan operator chainsaw diantaranya sebagai berikut :

  1. Standar keselamatan dan teknik pengoperasian chainsaw
    • Dalam hal ini dijelaskan secara detil fitur (alat) yang ada dalam chainsaw serta teknik pengoperasiannya mulai dari star awal mesin s/d penggunaan chainsaw. Disamping itu juga dijelaskan jenis – jenis Alat Pelindung Diri (APD) apa saja yang harus dipersiapakan selama pengoperasian chainsaw dilapangan yang diantarnya adalah Helm,Kacamata, Penutup Telinga, Sepatu boots dan Sarung tangan.
  2. Teknik Penajaman Rantai Chainsaw
    • Dalam hal ini intruktur menjelaskan cara – cara penajaman rantai chainsaw yang benar dan aman serta menjelaskan alat – alat yang harus dimiliki oleh semua operator diantarannya (Kikir bulat, kikir datar, kunci busi kombinasi dan obeng) 3. Teknik pemeliharaan chainsaw
    • Dalam teknik pemeliharaan chainsaw dijelaskan bahwa metode rutinitas pemeliharaan chainsaw ada dilakukan setiap hari, minggu dan bulanan.
  3. Praktek Kerja Pengoperasian & Penajaman Chainsaw
    • Dalam praktek instruktur menjelaskan cara pemasangan rantai dan bilah serta teknik penajaman rantai yang aman. Instruktur juga menjelaskan cara mengisi bahan bakar chainsaw yang aman.
  4. Sandar Keselamatan Kerja Pemanenan Hutan dan teknik menebang pohon.
    • Dalam teknik pemanenan hutan instruktur menjelaskan teknik Melaksanakan penebangan pohon dengan cara kerja yang paling aman (safest),pertimbangan dalam menebang pohon, penentuan arah rebah pohon dan takik rebah serta takik balas. Instruktur juga menjelaskan bahwa disetiap lokasi pemanenan diharuskan tersedia kotak P3K dan APD yang safety.

Selain pemberian materi dan praktek lapangan, diberikan juga SERTIFIKAT kepada mandor tebang sebanyak 24 orang dan operator chainsaw sebanyak 50 orang yang telah mengikuti acara pelatihan.